Satu Pemain Chelsea Terlihat Paling Marah Dengan Kegagalan Rebut EFL Cup

Satu Pemain Chelsea Terlihat Paling Marah Dengan Kegagalan Rebut EFL CupPhoto lucu sekalian ironis. Saat seluruh pemain Chelsea coba melipur Kepa Arrizabalaga, satu pemain justru berkacak pinggang, kemungkinan berasa geram dengan ketidakberhasilan si penjaga gawang karena mengakibatkan dianya jadi specialist runner-up piala lokal.

Semua, terkecuali satu pemain Chelsea, sukses menuntaskan sepakan penalti mereka pada beradu nasib di final EFL Cup di Wembley Fase semalam. Apesnya, ketidakberhasilan itu terjadi pada tahapan sudden-death, saat lima pemain ke-2 tim telah menuntaskan pekerjaannya dan score tetap sama kuat.

Baca Juga : Liverpool Disokong Membajak Bukayo Saka dari Arsenal

Sudden-death berlaku sepanjang tidak ada yang tidak berhasil penalti. Dan itu mengakibatkan beradu penalti terlama dan paling banyak dalam riwayat sepak bola Inggris. 11 kali sepakan harus dilaksanakan, mengikutsertakan seluruh pemain aktif ke-2 tim di lapangan, bandar slot terhitung penjaga gawang Liverpool Caoimhin Kelleher dan penjaga gawang Chelsea Kepa Arrizabalaga.

Dan sementara dia sukses jadi pahlawan the Blues pada pertandingan Piala Super Eropa, Agustus 2021, meredam dua dari 5 sepakan penalti Villarreal, ini kali Kepa tidak berhasil. Kemungkinan Stadion Wembley terlampau hingar-bingar.  sobatjp Kemungkinan dua menit ke lapangan semenjak menit 119 kurang membuat kaki-kakinya panas. Kemungkinan beban ketidakberhasilan meredam 11 penalti the Reds menghantuinya.

Dan sementara semua tim Blues melipur penjaga gawang Spanyol mereka, termasuk si manager Thomas Tuhel yang menurunkannya menit 119, https://45.130.104.35/ satu pemain kelihatan menonjol mata karena berkacak pinggang.

Timo Werner kemungkinan berasa sedikit geram dan sedih dengan ketidakberhasilan Kepa. Si pemain Jerman itu sampai ini hari masih tidak berhasil mengumpulkan piala lokal. Di almari pialanya telah berjajar tiga piala besar: Liga Champions 2021, Piala Super Eropa 2021 dan Piala Dunia Antar-klub 2021, tetapi tidak ada piala lokal.

See also  Gegara Perburuan Gelar Serie A, Napoli Jadi Anti Inter

Saat mengenakan seragam RB Leipzig, Timo cuman lolos sampai ke final DFB Pokal pada 2019. Tidak berhasil di final. Runner-up cuman kebagian medali, bukan piala. Demikian pula ketika telah mengenakan seragam biru, dia tidak berhasil kembali di final Piala FA. Kembali lagi runner-up.